DJIA23146.80
LIVE149.36(0.65%)
NDX6122.41
LIVE-0.20(-0.00%)

Pengebor di AS Perpanjang Rekornya Picu Harga Minyak Dibawah $ 45 per barel


Monday, 19 June 2017 12:42 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_12OilDDOGCQuPOW.jpg

Minyak diperdagangkan di bawah $ 45 per barel setelah mengalami penurunan mingguan keempat terkait spekulasi bahwa ekspansi rekor dari pengebor di AS akan menumpulkan upaya yang dipimpin oleh OPEC untuk menyeimbangkan pasar yang memiliki kelebihan pasokan.

Kontrak turun 0,4 persen di New York setelah membatasi penurunan mingguan terpanjang sejak Agustus 2015. Pengebor AS menargetkan kilang minyak mentah untuk minggu ke 22 berturut-turut, peregangan terpanjang dalam tiga dekade terakhir, menurut data pada hari Jumat dari Baker Hughes Inc. Permintaan akan meningkat selama kuartal ketiga, kata Mohammad Al Mazrouei, menteri energi untuk Uni Emirat Arab.

Harga minyak merosot ke penutupan terendahnya dalam tujuh bulan pada pekan lalu di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan pasokan AS akan mengimbangi penurunan output oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia. Libya, yang dibebaskan dari kesepakatan yang dipimpin oleh OPEC, akan meningkatkan produksi ke level tertinggi sejak 2013 silam pada akhir Juli, menurut country National Oil Co.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, yang berakhir pada hari Selasa, berada di level $ 44,57 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 17 sen, pada pukul 13:13 siang waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 31 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak tersebut naik 28 sen menjadi ditutup pada level $ 44,74 pada hari Jumat, memangkas kerugian mingguan menjadi 2,4 persen.

Brent untuk penutupan harga pada bulan Agustus merosot 15 sen ke level $ 47,22 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga turun 1,6 persen pada minggu lalu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 2,42 sampai Agustus untuk WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.