DJIA27691.49
LIVE-0.07(-0.00%)
NDX8263.79
LIVE21.88(0.27%)

Dolar Turun Seiring Data Tenaga Kerja AS yang Lemah


Thursday, 3 October 2019 08:10 WIB

Yen EuroDolar ASpoundPoundsterlingYen Jepang


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY2_dolarobek.jpeg

Dolar melanjutkan penurunan pada hari Kamis, mencapai posisi terendah satu minggu terhadap euro dan yen, di tengah tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi AS dan mendalamnya ketegangan perdagangan global.

Greenback turun dalam semalam setelah data menunjukkan perekrutan oleh pengusaha swasta AS telah melambat pada bulan September, indikator terbaru bahwa perselisihan perdagangan Sino-AS sedang menekan ekonomi terbesar dunia.

Angka yang lebih lemah dari perkiraan mengikuti rilis terpisah pada hari Selasa yang menunjukkan penurunan tajam dalam aktivitas pabrik yang membuat pasar saham dan imbal hasil obligasi jatuh.

Dolar sedikit melemah ke 107,13 yen Jepang dan $ 1,0962 per euro, keduanya hanya sedikit di atas terendah satu minggu yang dicapai semalam.

Kelemahan di AS mengikuti serangkaian data ekonomi yang buruk dari Eropa dan tanda-tanda perlambatan yang semakin cepat di Tiongkok.

Menambah kekhawatiran, Amerika Serikat memenangkan persetujuan pada hari Rabu untuk memungut tarif atas barang-barang Eropa senilai $ 7,5 miliar atas subsidi ilegal yang diberikan kepada Airbus, mengancam akan memicu perang perdagangan trans-Atlantik.

Terhadap sekelompok mata uang, dolar datar di 99,022.

Pound stabil di $ 1,2302 setelah berfluktuasi dalam kisaran ketat ketika Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengusulkan zona peraturan terhadap semua pulau di Irlandia dalam pernyataan terakhirnya untuk kesepakatan Brexit sebelum akhir bulan.(mrv)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Sterling menahan gain di perdagangan Asia awal pada Selasa ini, setelah menyentuh level tertinggi enam bulan terhadap euro dan naik sebanyak 1% terhadap dolar semalam, seiring meredanya prospek parlem...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.