DJIA27691.49
LIVE10.25(0.04%)
NDX8241.91
LIVE-13.98(-0.17%)

Dolar Menguat Jelang Data Manufaktur, Euro Jatuh Terkait Inflasi Jerman


Tuesday, 1 October 2019 08:13 WIB

Indeks Dolar Yen EuroDolar ASDolar Australia,


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY_US-dollar-bills-currency-money-reuters-010415.JPG

Dolar AS diperdagangkan mendekati level tertinggi dalam hampir dua minggu terhadap yen sebelum rilis data yang diperkirakan menunjukkan sektor manufaktur AS kembali ke pertumbuhan, yang akan meredakan kekhawatiran tentang dampak dari perang perdagangan Sino-AS yang sedang berlangsung.

Euro bergerak mendekati level terendah dalam lebih dari dua tahun versus greenback karena data ekonomi yang lemah dari Jerman memperkuat harapan bahwa kebijakan moneter di zona euro akan tetap akomodatif untuk periode yang diperpanjang.

Dolar Australia naik tipis sebelum penurunan suku bunga yang diharapkan dari Reserve Bank of Australia (RBA) nanti pada hari Selasa ini.

Dolar diperdagangkan pada 107,85 yen di awal Asia, mendekati level terkuatnya dalam hampir dua minggu.

Yen tetap lemah setelah tankan Bank of Japan menunjukkan kepercayaan bisnis pada kuartal ketiga merosot ke level terendah dalam enam tahun.

Indeks dolar (DXY) terhadap sekelompok enam mata uang utama naik 0,03% menjadi 99,402, mendekati tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Euro berada di $ 1,0900 di Asia, sedikit didekat penurunan 0,4% di sesi sebelumnya ketika merosot ke $ 1,0885, yang merupakan terendahnya sejak 12 Mei 2017.

Dolar Australia berada di $ 0,6751, turun 0,02% pada awal perdagangan.(mrv)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Sterling menahan gain di perdagangan Asia awal pada Selasa ini, setelah menyentuh level tertinggi enam bulan terhadap euro dan naik sebanyak 1% terhadap dolar semalam, seiring meredanya prospek parlem...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.