DJIA27764.57
LIVE73.08(0.26%)
NDX8283.97
LIVE42.06(0.51%)

Dolar menahan kenaikan vs yen, kegelisahan terjadi jelang G20


Thursday, 27 June 2019 09:13 WIB

Indeks Dolar Yen


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY3_DOLLARVIEW.jpg

Dolar melayang di dekat tertinggi sepekan terhadap yen pada Kamis, didukung oleh harapan pembicaraan perdagangan Sino-AS meskipun investor tetap berhati-hati menjelang pertemuan antara para pemimpin di Jepang.

Greenback sedikit berubah pada 107,730 yen, setelah naik sekitar 0,6% semalam menjadi 107,850 yen, tertinggi sejak 20 Juni. Mata uang AS didukung oleh komentar dari Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin bahwa kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China adalah " sekitar 90% selesai.

Indeks dolar terhadap sekumpulan enam mata uang utama menyentuh lebih rendah di 96,196 setelah naik sedikit sehari sebelumnya.

Euro stabil di $1,1369 setelah naik tipis 0,05% pada hari Rabu.

Dolar Kanada berada pada pijakan bullish karena lonjakan minyak mentah mendukung mata uang terkait komoditas.

Loonie diperdagangkan pada C$ 1,3124 per dolar setelah naik semalam ke C$ 1,3108, yang terkuat sejak awal Februari.

Harga minyak melonjak karena stok minyak mentah AS dan produk olahan menurun.

Dolar Selandia Baru diperdagangkan di dekat level puncak dua bulan dari $0,6693 turun pada hari Rabu, ketika mata uang memantul setelah Reserve Bank of New Zealand menahan diri dari penurunan suku bunga.

Dolar Australia mendekati level tertinggi 2-1/2 pekan di $0,6995 pada hari sebelumnya.(yds)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Sterling menahan gain di perdagangan Asia awal pada Selasa ini, setelah menyentuh level tertinggi enam bulan terhadap euro dan naik sebanyak 1% terhadap dolar semalam, seiring meredanya prospek parlem...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.