DJIA27766.29
LIVE-54.80(-0.20%)
NDX8265.62
LIVE-18.13(-0.22%)

Risalah The Fed Membebani Dolar, Pound Datar Seiring Perpanjangan Waktu Brexit


Thursday, 11 April 2019 08:24 WIB

YenDolar ASAussiepoundPoundsterling


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY2_Dollar_Pound_Euro.jpg

Dolar bertahan di dekat posisi terendah dua minggu pada hari Kamis terkait risalah Federal Reserve memperkuat ekspektasi kebijakan dovish sementara pound pertahankan kisaran baru-baru ini setelah para pemimpin Eropa memperpanjang batas waktu bagi Inggris untuk meninggalkan blok tersebut, menghindari Brexit yang tidak punya kesepakatan.

Pasar mata uang juga sedang menunggu  data ekonomi dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu dengan angka-angka perdagangan Cina bulan Maret akan jatuh tempo pada hari Jumat dan produk domestik bruto kuartal pertama akan keluar minggu depan.

Dolar AS tidak memiliki momentum, dengan indeks terhadap enam mata uang lainnya melayang di dekat level terendah dua minggu, setelah risalah dari pertemuan terakhir The Fed meningkatkan ekspektasi sikap kebijakan dovish.

Pound Inggris diperdagangkan pada $ 1,3095, tidak berubah pada hari ini dan tetap dalam pola holding segitiga antara $ 1,2945 dan $ 1,3380 selama sekitar sebulan terakhir.

Indeks dolar terakhir berada di 96,900, setelah turun ke level terendah dua minggu di 96,823 pada hari Rabu.

Dolar merosot ke 110,95 yen, setelah turun 0,68 persen minggu ini.

Euro terakhir bertahan di $ 1,1276, pulih dari level terendah Rabu di $ 1,22295, menjaga uptrendnya yang lambat dari $ 1,1183 yang terjadi pada 2 April.

Ini naik 0,52 persen sejauh ini, yang akan menjadi kenaikan mingguan pertamanya dalam empat minggu jika berkelanjutan.

Dolar Australia berada di $ 0,7169, setelah mencapai tertinggi enam minggu di $ 0,7175 karena kekhawatiran tentang pelambatan di China mereda.(mrv)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.