DJIA26559.54
LIVE0(0.00%)
NDX7689.72
LIVE0(0.00%)

Pound Inggris Tergelincir saat Ketua Parlemen Inggris Memblokir Voting Brexit hari Selasa


Monday, 18 March 2019 23:24 WIB

poundSterling,PoundsterlingMata Uang Inggris


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY3_Money-2.jpg

Pound Inggris jatuh ke posisi terendah sesi pada hari Senin setelah pembicara dari House of Commons, John Bercow, memutuskan bahwa pemerintah Perdana Menteri Theresa May tidak dapat memberikan suara lagi pada kesepakatan Brexit May pada hari Selasa kecuali kesepakatan telah berubah. Alasannya adalah bahwa pemerintah tidak dapat melakukan gerakan yang sama dua kali, menurut laporan setempat.

Kesepakatan May telah ditolak dua kali, sekali pada bulan Januari dan versi yang diubah minggu lalu. Inggris dijadwalkan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret. Sejauh ini, tidak ada kesepakatan perdagangan dengan Brussels tetapi Parlemen Inggris juga telah menolak Brexit yang keras dan tidak ada kesepakatan. Inggris selanjutnya diharapkan untuk meminta perpanjangan tenggat waktu 29 Maret, sejalan dengan pemungutan suara parlemen dari minggu lalu. Sterling jatuh dalam menanggapi pukulan lain untuk pemerintah May. Pekan lalu, setelah kesepakatannya ditolak lagi, obrolan tentang pemilihan baru dimulai di antara para pakar politik dan pasar.

Pound Inggris terakhir dibeli $ 1,3191, turun 0,8%, menurut FactSet. Satu euro diambil £ 0,8591, naik 0,9%.(Arl)

Sumber : Marketwatch


RELATED NEWS

  • Dolar AS melonjak terhadap para pesaingnya pada Kamis karena sebagian besar data ekonomi optimis menunjukkan kekuatan di ekonomi yang mendasarinya Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap se...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.