DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

USD/JPY Kembali Ditolak 110,00, Turun Ke 109,70 Pasca Pidato Trump


Wednesday, 6 February 2019 10:53 WIB

Dolar YenUSD/JPY,


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY3_0yuan-reu_L.jpg

Pasangan USD/JPY saat ini diperdagangkan di terendah sesi 109,70, setelah menghadapi penolakan di rintangan psikologis 110,00 untuk hari ketiga berturut-turut.

Presiden Trump, dalam Pidato Kenegaraan, mengutip perang, politik, dan investigasi partisan yang konyol sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi AS dan mengkritik China karena mencuri hak kekayaan intelektual. Dia juga menawarkan pandangannya terhadap Dinding Perbatasan, asuransi kesehatan dan harga obat.

Komentar Trump beberapa menit sebelum penulisan, tetapi belum berdampak pada ekuitas, treasuries, atau bahkan peso Meksiko. Pada saat penulisan, S&P 500 futures diperdagangkan datar-ke-positif. Yield treasury 10-tahun flatlined di 2,7 persen dan USD/MXN naik hanya 0,10 persen hari ini.

Jadi, penurunan USD/JPY (kenaikan dalam JPY) yang terlihat dalam beberapa menit terakhir mungkin lebih berkaitan dengan kegagalan berulang bull di rintangan psikologis 110,00 daripada komentar Trump.

Ke depan, dolar dapat mengambil penawaran beli kuat jika unit biaya tenaga kerja kuartal keempat AS melampaui ekspektasi, memaksa pasar untuk menilai kembali perubahan dovish Fed baru-baru ini.

Sumber: Fxstreet


RELATED NEWS

  • Dolar lebih rendah pada hari Kamis seiring ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih lanjut berkurang, sementara euro menguat pasca data sektor swasta zona euro mendorong harapan bahwa ekonomi blok ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.