DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Sterling jatuh seiring PM May bergerak untuk akhiri kebuntuan Brexit


Monday, 4 February 2019 16:59 WIB

poundSterling,Poundsterling


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY2_GBPfocus.jpg

Sterling jatuh menuju level terendah satu minggu pada hari Senin seiring Perdana Menteri Theresa May bertemu dengan anggota parlemen untuk mencoba dan mengatasi kebuntuan parlemen yang telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor tentang Brexit yang tidak tertangani 'Brexit.

Pound telah mempertahankan sebagian besar gain yang diperolehnya pada bulan Januari meskipun hanya kurang dari dua bulan sampai Inggris meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret mendatang dan tanpa perjanjian yang mengatur hubungan masa depan dengan blok itu diamankan.

Tetapi kekhawatiran semakin meningkat tentang risiko keluarnya Inggris tanpa kesepakatan dan itu muncul di pasar derivatif yang memprediksi lebih banyak volatilitas mata uang dalam beberapa hari mendatang.

May bertujuan untuk mendapatkan persetujuan parlemen untuk kesepakatan yang direvisi pada 13 Februari. Jika itu gagal, parlemen akan memberikan pemungutan suara untuk langkah selanjutnya pada 14 Februari.

Pada pukul 09:12  pagi GMT sterling turun 0,2 persen ke level $ 1,3064 dan melemah 0,1 persen terhadap euro ke level 87,64 pence.

Pada hari Jumat sterling merasakan penurunan kerugian mingguan terbesar sejak pertengahan Desember sebagian seiring data survei menunjukkan ketidakpastian produsen Inggris jelang Brexit. (sdm)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Dolar lebih rendah pada hari Kamis seiring ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih lanjut berkurang, sementara euro menguat pasca data sektor swasta zona euro mendorong harapan bahwa ekonomi blok ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.