DJIA27691.49
LIVE10.25(0.04%)
NDX8241.91
LIVE-13.98(-0.17%)

Dolar AS melemah di perdagangan Asia pada ekspektasi jeda The Fed


Tuesday, 8 January 2019 07:53 WIB

DOLLARDolar AS


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY_MW-BA679_dollar_20130322160048_MG.jpg

Dolar jatuh terhadap mata uang utama lainnya untuk sesi keempat berturut-turut pada hari Selasa, dengan investor semakin yakin Federal Reserve tidak akan menaikkan suku bunga tahun ini di tengah ketidakpastian atas ekonomi AS.

Indeks dolar turun tipis menjadi 95,64. Indeks merosot 0,1 persen terhadap yen dan sedikit menurun terhadap euro dan sterling di awal perdagangan Asia.

Pada hari Jumat, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kepada American Economic Association bahwa Fed tidak berada pada jalur kenaikan suku bunga yang telah ditentukan dan akan peka terhadap risiko penurunan harga yang dilakukan pasar.

Dolar telah naik 4,3 persen pada tahun 2018 seiring The Fed menaikkan suku bunga empat kali menyusul ekonomi domestik yang kuat, pengangguran yang turun dan meningkatnya tekanan upah.

Tetapi ekspektasi pasar untuk pengetatan Fed lebih lanjut tahun ini telah berubah secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dengan beberapa pedagang sekarang bahkan memperkirakan tidak penurunan suku bunga tahun ini.

Euro berada di level $ 1,1478, naik 0,05 persen. Mata uang tunggal ini telah naik sekitar 1,5 persen selama tiga sesi perdagangan terakhir seiring prospek menuju greenback memburuk.

Kekuatan euro baru-baru ini mengejutkan sejumlah analis karena pertumbuhan dan inflasi yang masih lemah di zona euro, jauh di bawah perkiraan Bank Sentral Eropa.

Pound Inggris berpindah tangan di level $ 1,2787, menguat 0,05 persen pada dolar.

Di tempat lain, dolar Australia lebih rendah 0,07 persen ke level $ 0,7141. Dolar Aussie telah menguat selama tiga sesi berturut-turut didukung oleh langkah-langkah stimulus di Cina, mitra dagang terbesarnya. (sdm)

Sumber: Marketwatch


RELATED NEWS

  • Sterling menahan gain di perdagangan Asia awal pada Selasa ini, setelah menyentuh level tertinggi enam bulan terhadap euro dan naik sebanyak 1% terhadap dolar semalam, seiring meredanya prospek parlem...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.