DJIA26750.68
LIVE31.55(0.12%)
NDX7731.47
LIVE2.69(0.03%)

Sterling jatuh seiring optimisme kesepakatan Brexit memudar


Friday, 9 November 2018 17:39 WIB

poundSterling,Poundsterling


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY_Pound-coin-008.jpg

Sterling jatuh pada hari Jumat setelah reli dolar AS dan investor mulai meragukan optimisme baru-baru ini tentang kesepakatan Brexit yang sudah dekat.

Pound telah diperdagangkan di level setinggi $ 1,3176 minggu ini, posisi tertinggi tiga minggu, setelah Inggris tampaknya mendekat menuju kesepakatan keluar dengan Uni Eropa.

Tetapi pekerjaan tetap harus dilakukan sebelum kesepakatan tercapai, dengan kedua belah pihak berjuang untuk memutuskan mekanisme untuk menghindari perpisahan perbatasan yang sulit dengan Irlandia Utara dan Irlandia.

Partai Irlandia Utara yang mendukung pemerintah Perdana Menteri Theresa May mengatakan pada hari Jumat bahwa negosiasinya telah meningkatkan lonceng alarm dan mereka tidak akan mendukung kesepakatan Brexit yang membelah Kerajaan Inggris.

Sterling turun sebanyak setengah persen ke level $ 1.2986, kembali ke level pada hari Senin, dengan sebagian besar penurunan datang setelah investor beralih ke dolar.

Langkah itu mengikuti langkah Federal Reserve AS yang menegaskan kembali bahwa mereka akan tetap pada pengetatan suku bunga dalam menghadapi pasar tenaga kerja yang menguat.

Angka GDP kuartal ketiga Inggris menunjukkan kenaikan 0,6 persen dari tiga bulan sebelumnya, sejalan dengan jajak pendapat analis Reuters, angka dari Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) menunjukkan.

Pound juga diperdagangkan lebih rendah terhadap euro, 0,2 persen ke level 87,19 pence per euro. (sdm)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.