DJIA24753.09
LIVE-58.05(-0.23%)
NDX6960.92
LIVE11.22(0.16%)

Reli Kehabisan Tenaga Seiring Merosotnya Imbal Hasil AS; Dolar Tertahan


Monday, 14 May 2018 08:34 WIB

DOLLAR Indeks DolarYIELDS


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY2_dlras.jpg

Dolar tertahan pada Senin ini, rally baru-baru ini kehabisan tenaga seiring imbal hasil AS yang melorot karena para investor melemahkan ekspektasi bahwa The Feds akan meluncurkan serangkaian kenaikan suku bunga cepat.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama sedikit berubah pada 92,520. Indeks mencapai level tertinggi pada 4-1/2 bulan di 93.416 pada hari Rabu lalu, terkait kenaikan imbal hasil Treasury AS yang menyoroti kesenjangan suku bunga yang meluar antara Amerika Serikat dan negara-negara lain. Namun, itu mengalami penurunan setelah data harga konsumen April AS yang lemah menahan prospek kenaikan suku bunga agresif.

Euro 0,05 persen lebih tinggi pada $ 1,1948, setelah pulih pekan lalu dari $ 1,1823, terlemah sejak 22 Desember. Namun, mata uang umum diperkirakan akan menghadapi headwinds politik, membatasi pantulannya terhadap mata uang AS. (arl)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Sterling jatuh, tertekan oleh kekhawatiran negosiasi Brexit setelah para pejabat Uni Eropa mengatakan pemerintah Inggris "mengejar fantasi" dalam perundingan, menurut surat kabar Guardian. Komentar it...
  • Pound jatuh pada Jumat ini karena investor mengamati data pertumbuhan ekonomi Inggris untuk petanda apakah Bank of England akan menaikkan suku bunga tahun ini. Data ekonomi lemah, kekhawatiran Brexit...
  • AUD/JPY menemukan beberapa pembeli di awal sesi Asia, diperdagangkan tepat di bawah 83,00. Kalender ekonomi pada Jumat tenang untuk AUD, tetapi di Jepang merilis angka inflasi yang ragu-ragu yang&nbs...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.