DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Sterling tertahan di dekat terendah satu bulan karena dolar memantul terhadap imbal hasil


Wednesday, 25 April 2018 16:37 WIB

Sterling,Poundsterling


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY_Banknotes-of-the-pound-sterling-wallpaper.jpg

Sterling jatuh terhadap dolar pada Rabu ini seiring menguatnya mata uang AS karena meningkatnya imbal hasil Treasury, sementara pedagang tetap berhati-hati menjelang angka PDB Inggris yang jatuh pada Jumat

Rilis pertumbuhan ekonomi akan menjadi data kunci terakhir yang dirilis sebelum pertemuan Komite Kebijakan Moneter Bank of England awal bulan depan, dan fokus pasar terbagi atas apakah bank sentral akan menaikkan suku bunga. Mengirim Sterling jatuh dari level tertinggi pasca-Brexit dan membiarkannya turun untuk bulan April.

Pound, telah menghentikan penurunan beruntun dan meningkat pada Selasa dan semalam di tengah berita tentang kemungkinan M & A yang positif, analis RBC mengatakan dalam sebuah catatan. Tetapi dengan dolar rebound pada hari Rabu, investor menjual pound.

Pound turun 0,2 persen menjadi $ 1,3948 karena dolar menguat di sebagian besar mata uang utama.

Sterling tetap lebih dari empat sen dari tertinggi pasca-Brexit sebesar $ 1,4377 yang dicapai pekan lalu.

Terhadap euro, yang beberapa analis katakan saat ini merupakan ukuran permintaan yang lebih baik untuk pound mengingat telah ada berita khusus dolar minggu ini, sterling naik 0,1 persen menjadi 87,425 pence per euro. (arl)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Dolar lebih rendah pada hari Kamis seiring ekspektasi untuk penurunan suku bunga lebih lanjut berkurang, sementara euro menguat pasca data sektor swasta zona euro mendorong harapan bahwa ekonomi blok ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.