DJIA23358.24
LIVE-99.29(-0.42%)
NDX6314.51
LIVE-24.63(-0.39%)

Arus modal mendorong mata uang euro ke level tertinggi dua minggu


Tuesday, 14 November 2017 16:41 WIB

EuroMata uang Euro


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY2_euro113.jpg

Euro naik ke level tertinggi lebih dari dua minggu pada hari Selasa karena investor kembali membeli aset berisiko di Eropa mengenai ekspektasi pertumbuhan ekonomi akan tetap kuat terhadap latar belakang rekor rendah suku bunga.

Pada awal perdagangan di London, euro naik 0,3 persen menjadi $1,1696, level tertinggi sejak 26 Oktober, ketika Bank Sentral Eropa mengatakan akan memperpanjang program pembelian aset hingga setidaknya pada bulan September.

Ahli strategi dari Morgan Stanley mengatakan bahwa investor ekuitas global telah kembali untuk membeli ekuitas Eropa tanpa lindung nilai mata uang pada bulan November, sebagai pertanda bahwa investor menjadi optimis terhadap prospek euro.

Perkiraan kilat untuk PDB kuartal ketiga di zona Eropa yang dijadwalkan pada pukul 10:00 GMT diperkirakan akan menunjukkan wilayah tersebut didukung dengan pertumbuhan 2,5 persen untuk tahun ini, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan tahunan di Inggris sebesar 1,5 persen.

Mata uang tunggal memuncak pada lebih dari 2-1/2 tahun tertinggi di dekat $1,21 pada awal bulan September. Mata uang tersebut turun di bawah $1,16 pada awal November namun telah naik lebih dari 1 persen pada minggu lalu.

Juga yang menjadi fokus, Ketua Bank Sentral Eropa Mario Draghi, Ketua Federal Reserve Janet Yellen, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda dan Ketua Bank of England Mark Carney akan membentuk panel komunikasi bank sentral pada konferensi yang diselenggarakan ECB di Frankfurt pada hari Selasa.

Indeks dolar, yang melacak mata uang AS terhadap sekeranjang enam saingan utama, berada di posisi 94,46.

Terhadap mata uang Jepang, dolar beringsut sedikit lebih tinggi menjadi 113,82 yen, berada di bawah level tertinggi delapan bulan di 114,735 pada minggu lalu.

Sterling melemah 0,1 persen menjadi $1,3101 setelah pada hari Senin turun 0,6 persen. (frk)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.