DJIA21052.53
LIVE-360.91(-1.69%)
NDX7528.11
LIVE-107.55(-1.41%)

Minyak Melonjak Di Tengah Aksi Serangan A.S. terhadap Iran Meningkatkan Konflik


Friday, 3 January 2020 13:04 WIB

MinyakWTIBrentOil,


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_RIGS.jpg

Minyak melonjak mendekati $ 70 per barel setelah serangan udara AS yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump menewaskan seorang jenderal Iran di Irak, mengintensifkan kekhawatiran akan konflik di wilayah penghasil minyak mentah paling penting di dunia.

Harga minyak mentah telah memangkas sebagian kenaikan langsung mereka di tengah hari waktu Singapura tetapi tetap di level tertinggi sejak September. Minyak mentah Brent London untuk penyelesaian Maret naik $ 2,12, atau 3,2%, pada $ 68,37 per barel di ICE Futures Europe exchange pada pukul 1:25 siang Waktu Singapura. Sebelumnya melonjak sebanyak 4,4% menjadi $ 69,16 per barel.

Di New York, West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari melonjak 3,1% pada $ 63,07 per barel. Kontrak sebelumnya naik sebanyak 4,4% menjadi $ 63,84, melampaui level di September ke level tertinggi sejak Mei. Total volume keseluruhan Brent dan WTI adalah sekitar 20 kali rata-rata 30 hari.(Arl)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

  • Minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga AS menghitung kenaikan mingguan hampir 32%. Harga lanjutkan reli hari Kamis mereka di tengah meningkatnya harapan bahwa produsen minyak utama akan m...
  • Minyak mentah berjangka AS dibuka 5% lebih tinggi pada Kamis ini, membalikkan penurunan pada hari Rabu, meskipun meningkatnya kekhawatiran mengenai depresi ekonomi yang membayangi karena pandemi coron...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.