DJIA28004.89
LIVE222.93(0.80%)
NDX8315.52
LIVE57.69(0.70%)

Minyak Melemah Setelah Gain Terbesar Sejak Serangan Saudi terhadap Pasokan AS


Thursday, 24 October 2019 09:51 WIB

MinyakWTIBrentMinyak MentahOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_0ilshutterstock_1027684948.jpg

Minyak menghapus beberapa kenaikan setelah reli harga terbesar sejak serangan terhadap fasilitas Saudi lima minggu lalu menyusul penurunan mengejutkan pada stok minyak mentah AS.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember kehilangan 47 sen menjadi $ 55,50 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:40 waktu Singapura. Kontrak tersebut menambahkan $ 1,49 menjadi ditutup pada $ 55,97 pada hari Rabu, kenaikan terbesar sejak 16 September.

Brent untuk penyelesaian Desember turun 34 sen, atau 0,6%, menjadi $ 60,83 per barel di ICE Futures Europe Exchange yang berbasis di London. Kontrak naik $ 1,47 menjadi $ 61,17 pada hari Rabu. Minyak mentah patokan global diperdagangkan pada $ 5,32 premium untuk WTI.(Arl)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.