DJIA26770.20
LIVE-255.68(-0.95%)
NDX7868.49
LIVE-73.65(-0.93%)

Minyak Naik Ditengah Keraguan Terkait Kecepatan Pemulihan Saudi


Thursday, 19 September 2019 18:52 WIB

Minyak WTIMinyak MentahMinyak Brent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_886ecdbb-8d56-4cef-af8a-1dc02ca2c8ba.img.jpg

Minyak menguat di tengah keraguan terkait kecepatan pemulihan Arab Saudi dari serangan akhir pekan lalu pada fasilitasnya yang melumpuhkan sebagian besar produksinya.

Minyak berjangka naik 2,1% di New York pasca memangkas sekitar setengah dari lonjakan 15% pada hari Senin selama dua hari terakhir. Saudi meminta perusahaan minyak nasional Irak sebanyak 20 juta barel minyak mentah untuk memasok kilang minyak domestiknya, Dow Jones melaporkan. Fasilitas minyak Abqaiq yang rusak di kerajaan beroperasi sekitar 40% dari tingkat sebelum serangan dan hasilnya harus dipulihkan sepenuhnya pada akhir bulan, menurut Kepala Eksekutif Saudi Aramco Amin Nasser.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober menguat $ 1,20 menjadi $ 59,31 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:32 pagi waktu London. Turun 2,1% pada hari Rabu setelah penurunan 5,7% pada hari Selasa.

Minyak Brent untuk penyelesaian November menambahkan $ 1,70 menjadi $ 65,30 per barel di ICE (NYSE: ICE) Futures Europe Exchange setelah jatuh 1,5% pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 6,07 premium untuk WTI untuk bulan yang sama. (Tgh)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Laporan mingguan yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah komersial di AS meningkat 9,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Oktober, di...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.