DJIA26770.20
LIVE-255.68(-0.95%)
NDX7868.49
LIVE-73.65(-0.93%)

Minyak melonjak 10% setelah serangan terhadap fasilitas Saudi mengurangi pasokan global


Monday, 16 September 2019 08:38 WIB

MinyakWTIBrentMinyak MentahOil,


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_ARAMCO.jpg

Harga minyak turun pada hari Senin setelah mencapai level tertinggi sejak bulan Mei saat pembukaan, di tengah kekhawatiran gangguan pasokan menyusul serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada hari Sabtu yang memotong lebih dari 5% dari pasokan minyak global.

Patokan internasional berjangka minyak mentah Brent naik $ 7,06 per barel atau 11,7% dari penutupan New York pada Jumat menjadi $ 67,28 per barel pada pukul 01:08 GMT, setelah melonjak lebih dari 19% ke sesi tertinggi $ 71,95 per barel pada pembukaan.

West Texas Intermediate (WTI) berjangka AS naik $ 5,76 per barel atau 10,5% menjadi $ 60,60 per barel, setelah melonjak lebih dari 15% ke sesi tertinggi $ 63,34 per barel.

Harga sedikit turun dari puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia menyetujui pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS (SPR) jika diperlukan dalam jumlah yang akan ditentukan karena serangan terhadap fasilitas Arab Saudi.

Perusahaan Minyak Raksasa negara Saudi Aramco mengatakan serangan itu memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari, pada saat Aramco sedang mencoba untuk mempersiapkan diri untuk apa yang diharapkan menjadi penjualan saham terbesar di dunia. (Arl)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Laporan mingguan yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah komersial di AS meningkat 9,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Oktober, di...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.