DJIA28015.06
LIVE337.27(1.22%)
NDX8397.37
LIVE88.97(1.07%)

Minyak Menuju Koreksi Pasca Kemerosotan Terjamanya Dalam 4 Thn Terakhir


Friday, 2 August 2019 08:49 WIB

Minyak WTIMinyak WTI Berjangka


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_OilWTI.gif

Minyak menuju untuk kerugian mingguan setelah penurunan sehari tertajam dalam lebih dari empat tahun terakhir karena Presiden Donald Trump tiba-tiba meningkatkan perang perdagangan dengan China, yang memicu kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan.

Sementara Minyak berjangka di New York naik lebih tinggi pada awal Jumat, harga masih jauh dari memulihkan penurunan 7,9% pada hari Kamis, terbesar sejak Februari 2015. Trump mengatakan 10% pungutan akan dikenakan 1 September pada $ 300 miliar pada barang-barang China setelah putaran  pembicaraan perdagangan pada hari Rabu berakhir tanpa terobosan. Ancaman tersebut menambah kekhawatiran mengenai penurunan aktivitas manufaktur Amerika setelah Federal Reserve menghancurkan prospek untuk serangkaian penurunan suku bunga guna mendorong pertumbuhan.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman September menambahkan 79 sen, atau 1,5%, menjadi $ 54,74 per barel di New York Mercantile Exchange pada 9:26 waktu Singapura. Kontrak merosot $ 4,63 pada hari Kamis dan turun 2,6% minggu ini.(yds)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.