DJIA27219.85
LIVE-115.78(-0.42%)
NDX7888.76
LIVE-38.32(-0.48%)

Minyak AS ditutup naik, tetapi Brent jatuh ketika pemerintahan Trump mengumumkan sanksi tambahan terhadap Iran


Tuesday, 25 June 2019 02:38 WIB

Minyak WTIMinyak MentahMinyak Brent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_china-the-largest-importer-of-u-s-crude-oil.jpg

Minyak berjangka bervariasi pada Senin, dengan harga AS berakhir lebih tinggi tetapi acuan minyak mentah global Brent membukukan kerugian seiring AS mengumumkan sanksi baru terhadap Iran.

Presiden Donald Trump pada hari Senin menandatangani sebuah perintah eksekutif yang menjatuhkan sanksi finansial kepada para pemimpin Iran, menurut laporan gabungan dari Gedung Putih.

Dalam transaksi Senin, minyak mentah West Texas Intermediate Agustus menguat 47 sen, atau 0,8%, ditutup pada $ 57,90 per barel di New York Mercantile Exchange. Merupakan penyelesaian kontrak bulan depan tertinggi sejak 29 Mei, menurut Dow Jones Market Data. Harga naik 8,8% untuk minggu lalu, persentase kenaikan mingguan terbesar sejak minggu yang berakhir pada 2 Desember 2016.

Sementara itu, minyak mentah internasional Agustus Brent berakhir turun 34 sen, atau 0,5%, pada $ 64,86 per barel di ICE Futures Europe. Kontrak membukukan perdagangan Jumat pada $ 65,20 - tertinggi sejak 30 Mei.

Pemerintahan Trump telah meningkatkan tekanan ekonomi pada Teheran sejak Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 pada Mei 2018, berharap untuk mendorong Iran menerima perjanjian yang lebih keras yang akan mengakhiri pengayaan uranium dan mengekang ambisi regionalnya. AS pada akhirnya berupaya untuk mendorong ekspor minyak Republik Islam ke nol untuk mendorong konsesi nuklir. (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.