DJIA21052.53
LIVE-360.91(-1.69%)
NDX7528.11
LIVE-107.55(-1.41%)

Minyak Perpanjang Penurunan Setelah Trump Terus Menekan untuk Lebih Rendah


Monday, 29 April 2019 13:04 WIB

MinyakWTIBrentOil,


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_11OILharga-minyak-dunia-melonjak-terimbas-kebakaran-besar-di-kanada-c9X.jpg

Minyak memperpanjang penurunan mendekati $ 63 per barel setelah Presiden AS Donald Trump mnyerukan desakan untuk harga yang lebih rendah dan Rusia mengatakan akan mengembalikan aliran minyak normal ke Eropa timur dalam waktu dua minggu.

Futures di New York mundur sebanyak 0,8 persen, menyusul penurunan 4,5 persen selama tiga sesi sebelumnya. Minyak mentah turun tajam ke dua bulan terendah pada hari Jumat ketika Presiden Trump mengatakan dia secara pribadi menekan Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk menjaga harga tetap turun. Jaminan Rusia akan dapat dengan cepat menyelesaikan krisis kontaminasi minyak yang menghambat aliran ke negara-negara termasuk Polandia dan Jerman juga membantu sentimen.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni turun 34 sen menjadi $ 62,96 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 1:24 siang waktu Singapura setelah turun sebanyak 51 sen sebelumnya. Kontrak menetap 2,9 persen lebih rendah pada hari Jumat dan turun 1,1 persen untuk minggu ini.

Minyak Brent untuk penyelesaian Juni kehilangan 40 sen menjadi $ 71,75 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun 3 persen pada hari Jumat, penurunan terbesar sejak 25 Februari. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 8,79 untuk WTI.(Arl)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

  • Minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga AS menghitung kenaikan mingguan hampir 32%. Harga lanjutkan reli hari Kamis mereka di tengah meningkatnya harapan bahwa produsen minyak utama akan m...
  • Minyak mentah berjangka AS dibuka 5% lebih tinggi pada Kamis ini, membalikkan penurunan pada hari Rabu, meskipun meningkatnya kekhawatiran mengenai depresi ekonomi yang membayangi karena pandemi coron...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.