DJIA26770.20
LIVE-255.68(-0.95%)
NDX7868.49
LIVE-73.65(-0.93%)

Minyak Melemah Seiring Meningkatnya Stok AS yang Membayangi Pemangkasan OPEC


Thursday, 11 April 2019 10:34 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_1516297shutterstock-125512598780x390.jpg

Minyak berjuang untuk memperpanjang kenaikan di atas level tertinggi lima bulan seiring peningkatan persediaan minyak mentah AS ke level tertinggi sejak akhir 2017 membayangi upaya OPEC untuk mengurangi produksi.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,5 persen di New York setelah naik 1 persen pada hari Rabu. Persediaan minyak mentah Amerika naik 7,03 juta barel pekan lalu, data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan. Itu dapat merusak upaya yang dipimpin Arab Saudi untuk membatasi kelebihan pasokan, dengan OPEC mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa produksi turun 534.000 barel per hari bulan lalu menjadi sekitar 30 juta.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 25 sen, atau 0,4 persen, menjadi $ 64,36 per barel di New York Mercantile Exchange pada 10:10 pagi di Singapura. Itu berakhir 63 sen di $ 64,61 pada hari Rabu, level penutupan tertinggi sejak 31 Oktober.

Brent untuk penyelesaian Juni turun 14 sen menjadi $ 71,59 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik 1,6 persen menjadi berakhir di $ 71,73 pada hari Rabu, penutupan tertinggi sejak 7 November. Minyak mentah acuan global berada pada premi sebesar $ 7,18 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Laporan mingguan yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah komersial di AS meningkat 9,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Oktober, di...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.