DJIA28135.38
LIVE3.33(0.01%)
NDX8487.71
LIVE20.81(0.25%)

Minyak Lanjutkan Reli Terkait Pertempuran di Libya Menambah Risiko Terhadap Pasokan Lainnya


Monday, 8 April 2019 10:37 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_OILDRILLING.jpg

Minyak memperpanjang kenaikan setelah membatasi pekan terbaiknya dalam hampir dua bulan karena meningkatnya pertempuran di produsen OPEC Libya membayangi penurunan terbesar rig aktif AS sejak Mei.

Minyak berjangka naik sebanyak 0,7 persen di New York setelah naik 4,9 persen minggu lalu. Pemerintah Libya yang diakui secara internasional bersumpah untuk melakukan serangan balik terhadap pasukan yang setia kepada orang kuat Khalifa Haftar yang mencoba memasuki ibukota Tripoli. Rig Amerika naik 15 hingga 831 dalam peningkatan pertama sejak pertengahan Februari, menurut data dari penyedia layanan ladang minyak Baker Hughes.

Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik 38 sen, atau 0,6 persen menjadi $ 63,46 per barel di New York Mercantile Exchange pada 10:34 pagi di Singapura. Harga naik 1,6 persen menjadi berakhir di $ 63,08 pada hari Jumat, level penutupan tertinggi sejak 5 November.

Brent untuk penyelesaian Juni naik 0,6 persen menjadi $ 70,75 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak bertambah 1,4 persen menjadi $ 70,34 pada hari Jumat, membuat kenaikan mingguannya menjadi 2,9 persen. Minyak mentah acuan global berada pada premi sebesar $ 7,21 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.