DJIA25679.90
LIVE-84.10(-0.33%)
NDX7376.70
LIVE-126.98(-1.69%)

Harga Minyak Naik Meskipun Data IHK Tiongkok dan Ritel AS yang Lemah


Friday, 15 February 2019 13:44 WIB

MinyakWTIBrentOil,Minyak Berjangka


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_sanleon.jpg

Harga minyak naik pada hari Jumat di Asia setelah sempat jatuh karena laporan data penjualan ritel AS yang lemah.

Penjualan ritel AS jatuh 1,2% pada bulan Desember, pertama kalinya dalam 10 bulan, Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Kamis. Ekonom telah memperkirakan kenaikan sebesar 0,1% untuk periode tersebut.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen Tiongkok bulan Januari berada di 1,7% dan berada di bawah perkiraan pasar 1,9%. Indeks Harga Produsen juga mengecewakan, berada di 0,1%, dibandingkan dengan perkiraan 0,3%.

Saham AS ditutup lebih rendah semalam dan ekuitas Asia juga bergerak lebih rendah pada hari Jumat setelah rilis laporan. Dampak dari data tersebut pada harga minyak tampaknya terbatas, karena harga dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan di zona hijau.

Minyak Mentah AS WTI Futures naik 0,4% ke level 54,62 pada pukul 01:01 dini hari Timur AS (06:01 pagi GMT), sementara Brent Oil Futures internasional gain 0,5% ke level 64,85.

Analis di TD Securities percaya meskipun data CPI dan PPI keduanya di bawah ekspektasi, fokus pedagang mungkin telah bergeser ke arah prospek kebijakan moneter yang lebih stimulatif dari otoritas Tiongkok, yang pada gilirannya akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam berita lain, laporan penurunan produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi juga disebut-sebut sebagai penarik untuk harga minyak. (Sdm)

Sumber: Investing


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.