DJIA26494.25
LIVE44.71(0.17%)
NDX7657.75
LIVE-22.97(-0.30%)

Minyak Naik pada Optimisme Perdagangan; Pemotongan Produksi, dan Sanksi AS


Tuesday, 12 February 2019 13:44 WIB

MinyakWTIBrentOil,Minyak Berjangka


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_0il-prices-dip.jpg

Harga minyak naik pada hari Selasa di Asia setelah komentar positif pada perdagangan oleh pemerintahan Trump dan Presiden sendiri.

Minyak Mentah AS WTI Futures diperdagangkan di level $ 51,66 per barel pada 1:19 dini hari EST (06:19 pagi GMT), naik 0,5%.

Minya berjangka International Brent juga naik 0,5%, ke level $ 61,84 per barel.

Pada hari Senin, penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway mengatakan kepada Fox News bahwa Presiden AS Donald Trump ingin bertemu dengan mitranya dari Tiongkok Xi Jinping “segera.”

Komentarnya meningkatkan harapan bahwa kedua negara mungkin masih dapat mencapai kesepakatan perdagangan sebelum batas waktu 1 Maret untuk tarif yang lebih tinggi. Trump telah mengatakan sebelumnya bahwa jika tidak ada kesepakatan yang disepakati saat itu, ia mungkin akan menggandakan tarif impor Cina.

Sentimen investor semakin terangkat setelah Trump mengatakan kepada para pendukungnya di Texas pada hari Senin bahwa pemerintahannya sedang mengerjakan "kesepakatan hebat dalam perdagangan" dan bahwa ia tidak ingin Cina mengalami kesulitan.

Di sisi lain, pemotongan produksi sukarela yang dipimpin oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran juga mendukung harga minyak, beberapa analis mengatakan. (sdm)

Sumber: Investing


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.