DJIA21052.53
LIVE-360.91(-1.69%)
NDX7528.11
LIVE-107.55(-1.41%)

Minyak Bertahan di Dekat $ 52 Terkait Sanksi Terhadap Venezuela & Perlambatan Global


Tuesday, 29 January 2019 08:32 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_0Crude-Oil-8.jpeg

Minyak mempertahankan sebagian besar kerugian terbesarnya dalam sebulan karena kekhawatiran baru tentang perlambatan pertumbuhan global sebagian besar melebihi sanksi AS terhadap perusahaan minyak negara Venezuela.

Minyak berjangka naik 0,4 persen di New York, setelah turun 3,2 persen di sesi sebelumnya. Pemerintahan Trump mengeluarkan sanksi baru pada PDVSA Venezuela yang secara efektif memblokir rezim Presiden Nicolas Maduro dari mengekspor minyak mentah ke AS. Pada hari Senin, pembuat Microchip Nvidia Corp dan raksasa alat berat Caterpillar Inc. memperingatkan perlambatan pertumbuhan di China dan di tempat lain.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret naik 19 sen menjadi $ 52,18 per barel di New York Mercantile Exchange pukul 9:11 pagi di Singapura. Kontrak turun $ 1,70 menjadi ditutup pada $ 51,99 per barel pada hari Senin.

Brent untuk penyelesaian Maret turun 10 sen menjadi $ 59,83 menembus di bawah $ 60 untuk pertama kalinya dalam hampir dua minggu pada hari Senin, turun $ 1,71 menjadi $ 59,93 di I London-based ICE Futures Europe exchange. Minyak mentah acuan global berada pada premi sebesar $ 7,94 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Minyak berjangka naik pada hari Jumat, dengan harga AS menghitung kenaikan mingguan hampir 32%. Harga lanjutkan reli hari Kamis mereka di tengah meningkatnya harapan bahwa produsen minyak utama akan m...
  • Minyak mentah berjangka AS dibuka 5% lebih tinggi pada Kamis ini, membalikkan penurunan pada hari Rabu, meskipun meningkatnya kekhawatiran mengenai depresi ekonomi yang membayangi karena pandemi coron...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.