DJIA26770.20
LIVE-255.68(-0.95%)
NDX7868.49
LIVE-73.65(-0.93%)

Minyak Hentikan Reli 3-Harinya Saat Meningkatnya Jumlah Pengebor, Ketegangan yang Mereda


Monday, 28 January 2019 11:37 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_Oil-Prices.jpg

Minyak berjangka di New York turun sebanyak 0,9 persen setelah naik 2,1 persen selama tiga sesi sebelumnya. Jumlah pengeboran yang menargetkan minyak naik 10 menjadi 862, data dari penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes menunjukkan, karena kenaikan harga minyak mentah tahun ini mendorong optimisme. Venezuela membatalkan keputusannya untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan AS, meredakan ketegangan setelah keputusan Washington untuk mengakui pemimpin Majelis Nasional Juan Guaido sebagai kepala negara.

Minyak telah naik 18 persen pada tahun 2019 karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya mulai memangkas produksi untuk meredakan kekhawatiran atas kelebihan pasokan, meskipun produksi AS mencapai rekornya, stok meningkat, dan perang perdagangan membatasi kenaikan. Krisis yang semakin dalam di Venezuela berdampak kecil ke atas pada harga minggu lalu, dan prospek sanksi AS terhadap negara itu juga mengancam untuk membuatnya lebih menantang bagi OPEC untuk mengelola pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun 36 sen menjadi $ 53,33 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 13.00 di Tokyo. Itu menurun sebanyak 49 sen sebelumnya. Kontrak naik 56 sen menjadi $ 53,69 pada hari Jumat.

Brent untuk penyelesaian Maret turun 25 sen menjadi $ 61,39 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak bertambah 55 sen menjadi $ 61,64 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi sebesar $ 8,03 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Laporan mingguan yang dirilis oleh Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengungkapkan bahwa persediaan minyak mentah komersial di AS meningkat 9,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 11 Oktober, di...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.