DJIA23035.31
LIVE381.45(1.68%)
NDX8153.41
LIVE104.10(1.29%)

Minyak Awali 2019 Dengan Penurunan Baru Di Tengah Kekhawatiran Atas Pertumbuhan Tiongkok


Wednesday, 2 January 2019 19:29 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_1035280ThinkstockPhotos-176866696780x390.jpg

Minyak mengawali 2019 dengan penurunan harga lainnya karena data manufaktur China yang lebih lemah menunjukkan perlambatan permintaan pada konsumen bahan bakar terbesar kedua di dunia tersebut dan meningkatnya risiko surplus minyak mentah global.

Minyak berjangka turun sekitar 1,3 persen di New York dan London setelah gejolak 2018 yang melihat peningkatan volatilitas dalam minggu-minggu terakhir karena kekhawatiran atas sengketa perdagangan AS-China dan prospek ekonomi yang tidak pasti mengguncang pasar saham. Meskipun dua tolok ukur minyak mentah menguat pada hari-hari terakhir 2018, mereka masing-masing kehilangan 20 persen atau lebih selama tahun tersebut di tengah ekspektasi bahwa peningkatan produksi AS yang melonjak dapat mencitpakan kelebihan pasokan baru.

West Texas Intermediate untuk Februari melemah 57 sen menjadi $ 44,84 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:48 waktu London. Kontrak naik setinggi $ 46 di awal sesi. Harga turun 25 persen menjadi $ 45,41 pada 2018. Total volume yang diperdagangkan Rabu sekitar 35 persen di atas rata-rata 100 harinya.

Brent untuk penyelesaian Maret turun 73 sen menjadi $ 53,07 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange dan diperdagangkan pada premi sebesar $ 7,87 untuk WTI bulan yang sama. Minyak mentah acuan global turun 20 persen menjadi $ 53,80 pada tahun 2018.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Pasar minyak naik lebih tinggi pada hari Rabu menjelang pembaruan mingguan pada persediaan minyak AS, dengan investor merasa yakin bahwa produsen minyak utama dunia akan setuju untuk memangkas produks...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.