DJIA26743.50
LIVE86.52(0.32%)
NDX7531.07
LIVE-37.96(-0.50%)

Minyak Menetapkan Kerugian Mingguan Terpanjang Sejak 2015 Terkait Krisis Turki


Friday, 17 August 2018 08:22 WIB

MinyakWTIBrentOil,


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_12Produksi-opec-meningkat-paksa-harga-minyak-dunia-terpuruk-DbO-620x310.jpg

Minyak menuju pelemahan terpanjang dari kerugian mingguan dalam tiga tahun terakhir pasca krisis ekonomi di Turki semakin mendalam dan setelah kenaikan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS.

Kontrak di New York sedikit berubah pada Jumat ini, di jalur untuk penurunan mingguan 3,3 persen. AS siap untuk menghukum Turki dengan lebih banyak sanksi jika Ankara tidak membebaskan seorang pendeta Amerika, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pada hari Kamis. Stok minyak mentah Amerika diperluas paling banyak sejak 2017 dan pasokan di pusat penyimpanan utama Cushing di Oklahoma naik untuk pertama kalinya sejak Mei, data pemerintah menunjukkan awal pekan ini.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman September diperdagangkan pada $ 65,41 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 5 sen, pada pukul 10 pagi waktu Tokyo. Kontrak menambahkan 0,7 persen pada hari Kamis. Total volume yang diperdagangkan sekitar 59 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk Oktober diperdagangkan pada $ 71,37 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London, turun 6 sen. Harga turun 2 persen minggu ini. Minyak mentah patokan global diperdagangkan dengan premi $ 6,55 ke WTI untuk bulan yang sama. (arl)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.