DJIA26934.80
LIVE-159.99(-0.59%)
NDX7823.55
LIVE-78.24(-0.99%)

Pedagang Mengkaji Peningkatan Produksi Saudi dan Perang Perdagangan AS-China, Minyak Gain


Tuesday, 3 July 2018 11:37 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_oilpump231.jpg

Minyak naik di atas $ 74 per barel karena produksi OPEC tetap stabil bulan lalu meskipun ada dorongan oleh Arab Saudi, sementara pedagang menimbang dampak dari potensi pembatasan perdagangan global pada pertumbuhan ekonomi.

Minyak berjnagk di New York naik sebanyak 1,2 persen untuk menyentuh level intraday tertinggi sejak 2014. Sementara Arab Saudi menaikkan produksi minyak mentah ke level tertingginya dalam lima tahun bulan lalu, gangguan di Libya ditambah dengan kerugian pasokan yang berkelanjutan di Venezuela berarti dorongan kerajaan hanya cukup untuk menstabilkan produksi OPEC. Sementara itu, premi untuk minyak AS jangka pendek meningkat ke level tertinggi sejak 2014 dibandingkan kontrak yang lebih lama karena para analis memperkirakan persediaan menyusut di seluruh Amerika.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus diperdagangkan pada 74,56 per barel di New York Mercantile Exchange pada 11:29 pagi di Singapura setelah naik sebanyak 88 sen menjadi $ 74,82 per barel, level intraday tertinggi sejak November 2014. Harga turun 21 sen ke $ 73,94 pada hari Senin. Total volume yang diperdagangkan sama dengan rata-rata 100 harinya.

Brent untuk penyelesaian September diperdagangkan 0,6 persen lebih tinggi pada $ 77,78 per barel. Kontrak pada hari Senin turun $ 1,93 menjadi ditutup pada $ 77,30 per barel di bursa London-based ICE Futures Europe exchange Minyak acuan global diperdagangkan dengan premi sebesar $ 5,56 untuk WTI bulan September.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.