DJIA24472.84
LIVE-192.05(-0.78%)
NDX6671.52
LIVE-103.37(-1.53%)

Investor Pertimbangkan Kebijakan Cukai Trump, Minyak Menguat


Friday, 23 March 2018 08:25 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_1925266Kebocoran-minyak-di-Thailand780x390.jpg

Minyak menguat karena para investor mempertimbangkan kekhawatiran yang berkembang dari perang perdagangan menyusul keputusan Presiden Donald Trump untuk memberikan cukai pada China serta rencananya untuk mengangkat John Bolton sebagai penasihat keamanan nasional.

Minyak berjangka di New York naik sebanyak 1,4 persen. Harga merosot 1,3 persen pada Kamis setelah Trump menyerukan cukai setidaknya $ 50 miliar dalam impor Cina. Sebagai tanggapan, China membalas dengan cukai timbal balik pada impor senilai $ 3 miliar dari AS. Trump juga mengatakan ia akan menggantikan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih HR McMaster dengan Bolton, yang terkenal karena pandangannya yang hawkish, menjelang keputusan kunci mengenai apakah akan mempertahankan kesepakatan nuklir Iran.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik sebanyak 92 sen menjadi $ 65,22 per barel di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di $ 65,07 pada 9:58 pagi di Tokyo. Harga bergerak 4,4 persen lebih tinggi pada minggu ini, terbesar sejak pekan yang berakhir pada 12 Januari. Kontrak turun 87 sen menjadi $ 64,30 pada hari Kamis.

Brent untuk pengiriman Mei bertambah 71 sen menjadi $ 69,62 di London-based ICE Futures Europe exchange setelah turun 0,8 persen pada Kamis. Minyak acuan global diperdagangkan dengan premi sebesar $ 4,56 untuk WTI bulan yang sama.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.