DJIA24651.74
LIVE143.08(0.58%)
NDX6466.32
LIVE76.41(1.20%)

Minyak di dekat level $ 56 pasca jatuh terkait kenaikan stok bensin AS


Thursday, 7 December 2017 13:58 WIB

MinyakBrentMinyak WTIMinyak WTI BerjangkaOil,Minyak Berjangka


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL_OilDrum.jpg

Minyak mempertahankan penurunannya, diperdagangkan mendekati level $ 56 per barel setelah merasakan penuruan tertajam dalam dua bulan seiring kenaikan stok bensin AS melebihi perkiraan yang mengimbangi penurunan mingguan ketiga beruntun stok minyak mentah.

Futures sedikit berubah di New York setelah jatuh 2,9 persen pada hari Rabu. Itu merupakan penurunan harian terbesar sejak 6 Oktober. Stok bahan bakar motor naik 6,78 juta barel pekan lalu untuk kenaikan mingguan keempat, menurut data Administrasi Informasi Energi. Kenaikan itu lebih dari dua kali perkiraan ter-bearish dalam survei Bloomberg. Output minyak meningkat ke tingkat rekor.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari berada di level $ 55,99 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 3 sen, pukul 14.30 di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 6,7 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga turun $ 1,66 ke level $ 55,96 pada hari Rabu.

Brent untuk pengiriman Februari menambahkan 9 sen ke level $ 61,31 pada bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London setelah jatuh 2,6 persen pada hari Rabu. Minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium $ 5,26 untuk WTI Februari. (sdm)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

  • Minyak menuju penurunan mingguan ketiga seiring Badan Energi Internasional dan OPEC memperkirakan peningkatan stok dari luar kelompok produsen tahun depan akan menekan upaya untuk menghapus kelebihan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.