DJIA23358.24
LIVE-99.29(-0.42%)
NDX6314.51
LIVE-24.63(-0.39%)

IEA Mengurangi Perkiraan Permintaan, Minyak Diperdagangkan Di Bawah $57


Tuesday, 14 November 2017 18:43 WIB

WTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_56186ab2c36188d9458b45ec.jpg

Minyak diperdagangkan di bawah $57 per barel karena International Energy Agency memangkas perkiraan permintaan tahun ini dan selanjutnya.

Minyak berjangka turun 0,4 persen di New York. Tahun ini kenaikan harga bersamaan dengan cuaca musim dingin yang lebih buruk dari biasanya membuat pertumbuhan permintaan meningkat, IEA mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Selasa. Badan tersebut berbeda dari OPEC, yang pada hari Senin meningkatkan perkiraan jumlah yang dibutuhkan untuk dipompa guna memenuhi permintaan tahun depan sebesar 400.000 barel per hari.

Minyak pada pekan lalu membatasi kenaikan mingguan terpanjang sejak Oktober 2016 di tengah ketegangan di Timur Tengah dan terkait tanda-tanda bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memperluas jalur produksi menjelang akhir Maret. Pasar sedang menyeimbangkan kembali pada kecepatan yang cepat dan memangkas pasokan adalah "satu-satunya opsi yang tepat" untuk memulihkan stabilitas, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember berada di level $56,54 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 22 sen, pada pukul 10:55 pagi di London. Total volume yang diperdagangkan sekitar 32 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga WTI naik 2 persen pekan lalu.

Minyak Brent untuk pengiriman Januari turun 28 sen atau 0,5 persen menjadi $62,88 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent turun 36 sen atau 0,6 persen menjadi $63,16 pada hari Senin. Minyak acuan global diperdagangkan sampai Januari lebih besar $6,13 dari WTI.

IEA mengurangi perkiraan permintaan untuk tahun 2018 sebesar 200.000 barel per hari menjadi 98,9 juta per hari, menurut proyeksi dalam laporan bulanannya. Prakiraan pertumbuhan permintaan tahun depan juga turun 100.000 barel per hari menjadi 1,3 juta per hari, tingkat pertumbuhan 1,3 persen. (frk)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.