DJIA26075.30
LIVE368.59(1.43%)
NDX10836.33
LIVE81.74(0.76%)

Emas Turun Meskipun Didorong Ketidakpastian Perdagangan, Kurva Imbal Hasil Terbalik


Wednesday, 28 August 2019 15:35 WIB

GOLDEMAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_Gold2_006747400_1441614255-07092015-museum-emas5.jpg

Harga emas mereda, tetapi tetap mendekati level tertinggi enam tahun pada hari Rabu di Asia karena kekhawatiran atas dampak ekonomi global dari perang perdagangan yang berkepanjangan antara AS dan China membebani sentimen pasar.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Mercantile Exchange turun 0,4% menjadi $ 1.545,25 per troy ounce pada pukul 12:07 ET (4:07 GMT). Dalam sesi sebelumnya emas berjangka naik $ 14,60, atau 1%, untuk menetap di $ 1,551.80 per ounce, penutupan tertinggi sejak April 2013.

Harga logam kuning merosot karena investor mengunci keuntungan mereka setelah kenaikan pada hari Selasa. Emas telah didorong oleh investor yang mencari tempat berlindung karena perang perdagangan antara AS dan China yang meningkat. Permintaan safe haven yang meningkat juga telah menyebabkan imbal hasil obligasi jatuh. Imbal hasil pada catatan Treasury 2 tahun turun menjadi 1,526% semalam, menciptakan kurva hasil terbalik.

Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi resesi. Terakhir kali imbal hasil jangka panjang turun di bawah imbal hasil jangka pendek adalah pada bulan Desember 2005, dua tahun sebelum Resesi Hebat, menurut CNBC.(Arl)

Sumber : Investing.com


RELATED NEWS

  • Emas naik pada Jumat pagi di Asia, dengan investor beralih ke safe-haven setelah AS memperlihatkan rekor baru harian dalam jumlah orang yang terinfeksi COVID-19. AS melaporkan lebih dari 60.000 kasus...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.