DJIA25291.07
LIVE210.57(0.84%)
NDX6890.45
LIVE120.58(1.78%)

Emas Turun Dari Level Tertinggi Multimonth seiring Indeks Dolar Menguat


Wednesday, 17 October 2018 20:12 WIB

GOLDEMASPerakEmas berjangka


c_740_198_16777215_00_images_assets_00gold-l-reuters.jpg

Emas berjangka sedikit melemah pada Rabu ini dari penutupan sehari sebelumnya di level tertinggi sejak Juli, dengan logam mulia yang ditekan oleh dolar yang menguat tetapi didukung oleh kegelisahan pasar saham.

Pasar emas "haven" yang biasanya sejauh ini menunjukkan sedikit reaksi terhadap berita bahwa ahli anti-terorisme Rusia sedang menyelidiki ledakan di kafetaria sekolah di Krimea Rabu pagi, dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 10 orang dan mencederai 50 lainnya, menurut Wall Street Journal. Emas telah sedikit didorong karena pasar global mengambil penanganan hubungan AS dan Arab Saudi setelah kehilangan dan dugaan pembunuhan seorang wartawan di konsulat Saudi di Istanbul.

Emas Desember turun $ 1,90, atau 0,2%, pada $ 1,229.10 per ounce. Kontrak berakhir pada $ 1.231, tertinggi sejak 31 Juli menurut data FactSet, sehari sebelumnya. Emas naik 2,8% sejauh ini untuk Oktober, memangkas penurunan year-to-date hingga mendekati 6%, berdasarkan kontrak teraktif. Perak berjangka Desember sedikit bergerak di $ 14.695 per ounce.

Saham dan emas telah berubah di tengah memuncaknya kekhawatiran atas naiknya suku bunga Treasury. Sebuah kenaikan suku bunga yang cepat juga bertepatan dengan pelemahan dalam dolar AS dan emas cenderung meningkat ketika dolar melemah karena aset menjadi relatif lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lainnya. Indeks Dollar AS naik 0,3% pada level 95,40 pada hari Rabu dan tetap hanya dalam merah untuk bulan Oktober sejauh ini. Saham berjangka menunjukkan penurunan awal setelah kenaikan satu hari terbesar pasar terpukul sejak Maret pada hari Selasa.(arl)

Sumber : Marketwatch


RELATED NEWS

  • Emas naik seiring investor menimbang perkembangan terbaru Brexit dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell yang mengatakan ekonomi AS kuat, tetapi dapat menghadapi tantangan tahun depan seiring pembuat ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.