DJIA25219.38
LIVE18.39(0.07%)
NDX6770.66
LIVE-24.26(-0.36%)

Investor Jangan Takut pada Yield Obligasi di tingkat 3%


Tuesday, 13 February 2018 05:10 WIB

Gold OutlookGold Corner


c_740_198_16777215_00_images_assets_Gold2_goldcornersds.jpg

Pasar emas tidak perlu takut pada kenaikan yield obligasi, seiring ekspektasi inflasi membuat suku bunga riil tetap turun, menurut satu perusahaan investasi.

Dalam sebuah laporan, Senin, Maxwell Gold, direktur strategi investasi di ETF Securities mengatakan bahwa harga emas masih memiliki ruang untuk bergerak lebih tinggi bahkan meskipun yield pada catatan 10 tahun naik menjadi 3%. Komentar tersebut muncul menyusul meningkatnya yield obligasi 10 tahun ke posisi 2,86%, tingkat tertinggi dalam 4 tahun.

Meskipun yield meningkat, pasar emas memulai minggu ini dengan catatan positif, seiring harga memantul lebih jauh dari level terendah lima minggu terakhir. Emas berjangka April terakhir diperdagangkan di level $ 1,327 per ounce, naik 0,86% pada hari Senin.

Secara tradisional, yield obligasi yang lebih tinggi negatif untuk emas karena mereka menaikkan biaya kesempatan logam kuning tersebut.

"Penggerak sejati untuk emas adalah suku bunga riil, oleh karena itu meski yield AS saat ini mendekati tingkat 3%, investor emas tidak boleh panik," kata Gold. "Tekanan inflasi dan ekspektasi inflasi terus meningkat secara sepadan sehingga suku bunga riil tetap rendah dan jangkauannya terbatas."

Tidak hanya investor yang beralih ke emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi, namun Gold mengatakan bahwa daya tarik safe haven yellow metal juga tidak boleh diabaikan.

"Selain itu, kenaikan yield akan memicu volatilitas lebih lanjut di pasar ekuitas, emas dapat diuntungkan karena investor berduyun-duyun ke aset defensif dan aset lindung nilai risiko seperti logam kuning mengingat hubungan negatif historisnya dengan penarikan di pasar ekuitas yang terus-menerus," katanya.

Seiring dengan suku bunga riil yang rendah, ETF Securities mencatatkan bahwa dolar AS yang lebih lemah telah membantu mendorong harga emas di bulan pertama tahun ini. Perusahaan mencatat bahwa harga emas naik 3,32% pada Januari sementara dolar AS turun 3,25% bulan lalu.

Namun, kebangkitan dolar AS telah membuat kenaikan emas baru-baru ini terbatasi seiring level support yang diuji berada di atas tingkat psikologis kritis di level $ 1.300 per ounce. (Sdm)

Sumber: Kitco News      


RELATED NEWS

  • Emas telah menjalani reli besar hampir $ 90 selama 19 hari perdagangan terakhir. Apa yang tampak seperti breakdown (penembusan ke level tertentu –pen) berubah menjadi kesempatan membeli yang hebat. Pa...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.