DJIA23358.24
LIVE-99.29(-0.42%)
NDX6314.51
LIVE-24.63(-0.39%)

BAML Pertahankan Target $ 1.400-nya meski Emas Melemah pada Profit Taking


Tuesday, 12 September 2017 05:21 WIB

Gold OutlookGold Corner


c_740_198_16777215_00_images_assets_Gold2_baml.jpg

Satu bank mempertahankan prospek emasnya di level $ 1.400 per ounce pada Senin, bahkan di saat harga melemah imbas profit taking, berpendapat bahwa logam mulia tersebut belum berada dalam wilayah overbought.

"Semua komoditas tambang telah rally hingga kuartal ketiga dan tidak terkecuali emas," kata Bank of America Merrill Lynch (BAML) dalam sebuah laporan penelitian. "Kami yakin logam kuning ini berada di jalur untuk mencapai target $ 1.400 / oz kami dalam beberapa bulan mendatang."

Harga emas menyentuh level tertinggi 12 bulan pada hari Jumat, namun sejak itu turun, dengan emas bulan Desember Comex terakhir terlihat di level $ 1,338.90, turun 0,91% pada hari ini.

BAML berkomentar bahwa potensi pelemahan lebih lanjut pada dolar AS mungkin akan menguatkan tren kenaikan baru-baru ini untuk emas.

"Posisi berjangka non-komersial telah terdorong lebih tinggi dan z-score menunjukkan bahwa emas tidak overbought. Mengingat model harga kami, yang memperkirakan nilai wajar quotations emas pada tingkat bunga AS, USD [dolar AS], volatilitas dan harga minyak, kami mencatat bahwa dukungan untuk logam kuning telah meningkat, "kata laporan tersebut.

Secara khusus, pergerakan dolar AS cenderung mendukung emas, menurut BAML. Logam cenderung bergerak terbalik dengan mata uang AS.

"Suku bunga riil AS telah turun akhir-akhir ini, yang mana dengan sendirinya menjadi bullish untuk emas. Selain itu, hal ini disertai dengan pergerakan datar kurva imbal hasil AS., bersamaan dengan kurva Jerman yang melandai, "laporan tersebut menjelaskan. " Tingkat konvergensi yang dihasilkan membantu mendorong USD lebih rendah dan ada berbagai faktor yang menunjukkan bahwa mata uang AS mungkin tetap akan memberikan dukungan untuk emas."

BAML mengulangi pandangannya bahwa emas merupakan diversifikasi yang efektif, menambahkan bahwa logam kuning dapat "menyimpan portofolio unhedged (tidak terproteksi -pen)" di saat dolar AS bergerak dengan tren turun. "Memang, investor bisa memaksimalkan rasio info portofolio dalam denominasi USD jika mereka mengalokasikan di bawah 5% dari aset mereka ke emas sejak 2015."

Permintaan fisik untuk emas tetap agak mengecewakan, kata laporan tersebut, mengutip permintaan lemah perhiasan di China dan India. "Ini menunjukkan bahwa, seperti biasa, investor telah menjadi pembeli marjinal, dengan aset yang dikelola yang didukung secara fisik di ETF meningkat akhir-akhir ini," tambah BAML. (sdm)

Sumber: KitcoNews


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.