DJIA25191.43
LIVE-125.98(-0.50%)
NDX7118.67
LIVE-22.54(-0.32%)

Stocks fall as Turkey's currency crisis spotlights global risks


Friday, 10 August 2018 23:44 WIB

Standard & Poor's 500Indeks Nasdaqsaham A.S


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_down152.jpg

U.S. stocks fell early Friday, with Wall Street tracking a global equity retreat fueled by the mounting currency crisis in Turkey, which raised the alarm for possible contagion into other markets.

The U.S. dollar viewed as a haven relative to other currencies, muscled to its firmest level in nearly a year against major rivals.

The Dow Jones Industrial Average fell 194 points, or 0.8%, to 25,313. Friday was poised to be the Dow’s third straight daily decline, as well as its biggest one-day percentage drop since July 11.

The S&P 500 lost 14 points to 2,839, a decline of 0.5% that was also on track to be its third straight decline. The Nasdaq Composite Index was off 39 points to 7,853, a decline of 0.5% that put it on track to snap an eight-day winning streak.

Source: marketwatch


RELATED NEWS

  • Saham Hong Kong naik tipis pada pembukaan hari Rabu, setelah menukik lebih dari tiga persen sehari sebelumnya, tetapi investor tetap terbebani oleh ketegangan geopolitik dan perdagangan. Indeks Hang ...
  • Saham Tokyo dibuka lebih tinggi pada hari Rabu karena para bargain-hunters mendukung pasar setelah penurunan tajam dalam sesi sebelumnya terkait berlanjutnya kekhawatiran risiko geopolitik. Indeks ac...
  • Bursa saham Hong Kong turun lebih dari tiga persen pada hari Selasa, menghapus kenaikan dua hari sebelumnya terkait kekhawatiran geopolitik meluas ke pasar global. Indeks Hang Seng turun sebanyak 3,0...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.