DJIA26559.54
LIVE0(0.00%)
NDX7689.72
LIVE0(0.00%)

China, Pakistan Move Against 'Illegal Matchmaking'


Monday, 15 April 2019 18:42 WIB

Global


pakistan.jpg

Pakistani media are reporting that Chinese human traffickers are operating illegal matchmaking centers in Pakistan, where they allegedly trap women from economically burdened families in fake marriages before transporting them and forcing them into prostitution or even selling their organs in China.

The revelation prompted the Chinese Embassy in Islamabad to respond Saturday, saying the businesses are strictly prohibited under Chinese law and vowing to crackdown in cooperation with Pakistani authorities on the illegal practice of profiting through cross-border matchmaking.

The number of Chinese visiting neighboring Pakistan has dramatically increased since the launch of the bilateral multibillion-dollar China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) five years ago. The flagship pilot project of Beijing's Belt and Road Initiative (BRI) has brought an unprecedented $19 billion in much-need Chinese investment to Pakistan.

Source : VOA


RELATED NEWS

  • Gempa berkekuatan 6,1 pada skala Richter menghantam pantai timur Taiwan Kamis sore (18/4), menurut Biro Cuaca Pusat negara itu. Rekaman televisi menunjukkan terjadinya tanah longsor setidaknya di satu...
  • Korea Utara telah menguji coba sebuah misil taktis baru dalam unjuk kemampuan terbaru militer Pyongyang, demikian laporan media pemerintah, Kamis. Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba pada hari...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.