DJIA25018.22
LIVE-395.00(-1.55%)
NDX6642.92
LIVE-224.10(-3.26%)

Australian Newspaper Republishes Controversial Cartoon of Serena Williams


Friday, 14 September 2018 02:09 WIB

Amerika Australia


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_cartoons.jpg

An Australian newspaper republished a controversial cartoon of American tennis great Serena Williams, defying widespread accusations it is racist.

Mark Knight's cartoon, published Monday in the Melbourne-based Herald Sun, depicts Williams angrily stomping on her mangled racket, while the chair umpire in the background wearily asks her opponent "Can you just let her win?"

The cartoon lampoons Williams's heated dispute with umpire Carlos Ramos during her loss in last week's U.S. Open women's final match to rising star Naomi Osaka. Ramos warned and penalized Williams for three rule violations, including smashing her racket on the court.

The cartoon attracted anger over Knight's depiction of Williams as a large woman with oversized lips, calling it a stereotypical portrayal of black women.

The Herald Sun republished the cartoon, along with caricatures of other famous people, on the front page of its Wednesday edition, under the headline "Welcome to the PC World."

Marketwatch


RELATED NEWS

  • Warga Finlandia menggunakan media sosial untuk mengolok-olok pernyataan Presiden Amerika Donald Trump bahwa mereka ''menghabiskan banyak waktu menyapu'' di hutan untuk mencegah kebakaran hutan. Trump...
  • Menjelang pertengahan masa jabatannya sebagai presiden Amerika, Donald Trump menganggap dirinya berada dalam daftar presiden Amerika yang paling top. “Saya memberi peringkat A Plus untuk saya sendiri,...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.