DJIA25883.25
LIVE443.86(1.74%)
NDX7055.18
LIVE32.76(0.47%)

Australian Newspaper Republishes Controversial Cartoon of Serena Williams


Friday, 14 September 2018 02:09 WIB

Amerika Australia


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global5_cartoons.jpg

An Australian newspaper republished a controversial cartoon of American tennis great Serena Williams, defying widespread accusations it is racist.

Mark Knight's cartoon, published Monday in the Melbourne-based Herald Sun, depicts Williams angrily stomping on her mangled racket, while the chair umpire in the background wearily asks her opponent "Can you just let her win?"

The cartoon lampoons Williams's heated dispute with umpire Carlos Ramos during her loss in last week's U.S. Open women's final match to rising star Naomi Osaka. Ramos warned and penalized Williams for three rule violations, including smashing her racket on the court.

The cartoon attracted anger over Knight's depiction of Williams as a large woman with oversized lips, calling it a stereotypical portrayal of black women.

The Herald Sun republished the cartoon, along with caricatures of other famous people, on the front page of its Wednesday edition, under the headline "Welcome to the PC World."

Marketwatch


RELATED NEWS

  • Senat Amerika hari Kamis (14/2) mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump,. Senat memberikan 54 suara mendukung dan 45 menentang untuk konfirmasi itu. Barr, yang menj...
  • Senat Amerika dijadwalkan memberikan suara pada hari Kamis (14/2) untuk mengukuhkan William Barr sebagai jaksa agung pilihan Presiden Donald Trump. Barr, yang menjabat sebagai jaksa agung di bawah Pr...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.