DJIA24753.09
LIVE-58.05(-0.23%)
NDX6960.92
LIVE11.22(0.16%)

British Foreign Secretary Wants UN to Supervise Return of Burmese Refugees


Tuesday, 13 February 2018 10:10 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global3_EDB6F7B4-0ACD-4C52-A883-C5DA3E30BF04_cx0_cy7_cw0_w1023_r1_s.jpg

British Foreign Secretary Boris Johnson says the United Nations must supervise the return of Rohingya refugees to Myanmar because many are scared to come home on their own.

Johnson spoke to reporters Sunday after his meeting with Aung San Suu Kyi, de facto leader of the country formerly known as Burma

"I saw real apprehension both in camps in Bangladesh and amongst the remaining villagers," Johnson said.

"The Burmese authorities need to work very hard with international agencies to overcome the real alarm that people feel about coming back to Burma."

A military crackdown on Myanmar's Rohingya Muslim minority sent hundreds of thousands fleeing to refugee camps in neighboring Bangladesh. Those who stayed behind in their destroyed villages still fear for their lives.

Source : VOA


RELATED NEWS

  • Seorang pejabat pemerintah Republik Demokratik Kongo (DRC) mengatakan 50 orang tewas dalam kecelakaan kapal di kawasan utara yang terpencil di negara itu. Richard Mboyo Iluke, wakil Gubernur provinsi...
  • Presiden AS Donald Trump telah membatalkan KTT yang direncanakan berlangsung tanggal 12 Juni di Singapura dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Dalam sebuah suratnya ke Kim yang dirilis Gedung Put...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.