DJIA27766.29
LIVE-54.80(-0.20%)
NDX8265.62
LIVE-18.13(-0.22%)

Sentimen Stimulus, Dolar Melemah pada Hari Kedua Terhadap Yen


Tuesday, 19 November 2013 15:43 WIB

4.bp.blogspot.com.jpg
Multithumb found errors on this page:

There was a problem loading image 'images/4.bp.blogspot.com.jpg'
There was a problem loading image 'images/4.bp.blogspot.com.jpg'

Bloomberg (19/11) - Dolar jatuh untuk hari kedua terhadap yen pada spekulasi juru bicara Federal Reserve termasuk Ketua Ben S.Bernanke akan mengulangi pertumbuhan ekonomi yang belum cukup untuk di lakukannya pemangkasan stimulus.

The Bloomberg US Dollar Index mendekati level terendahnya dalam lebih dari seminggu terakhir setelah Presiden The Fed New York William C. Dudley mengatakan kemarin dia lebih berharap tentang ekonomi sementara menunjukkan tidak adanya perubahan pembelian obligasi. Mata uang Australia naik untuk hari ketiga seiring risalah rapat bank sentral yang menunjukkan pembuat kebijakan melihat "Mengumpulkan bukti" pemotongan suku bunga bekerja. Euro berada mendekati dua minggu level tertingginya sebelum laporan yang diperkirakan akan menunjukkan kepercayaan investor Jerman meningkat.

Dolar jatuh 0,1 persen ke level 99,85 yen pada pukul 7:37 waktu London, menambah penurunan sebesar 0,2 persen kemarin. Dolar meluncur 0,1 persen menjadi US$ 1,3516 per euro setelah kemarin menyentuh level harga US$ 1,3542 , terlemah sejak 6 November. Mata uang Jepang naik 0,1 persen menjadi 134,96 per euro.

Indeks Bloomberg US Dollar, yang memantau greenback terhadap 10 mata uang utama, turun sebesar 0,1 persen menjadi 1,014.84 kemarin, ketika menyentuh level 1,013.49, terendah sejak 7 November lalu. (izr)


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.