DJIA25891.32
LIVE8.07(0.03%)
NDX7066.61
LIVE11.43(0.16%)

Stocks, Commodity, Currencies, Energy Overview Mid Day


Thursday, 22 December 2016 16:10 WIB

Ekuitas Hong Kong pimpin penurunan di bursa Asia, menyusul penurunan tajam AS yang diikuti penurunan harga minyak di tengah kenaikan stok minyak mentah secara tidak terduga.

Indeks MSCI Asia-Pacific terkoreksi pasca indeks Dow Jones Industrial Average gagal mencapai level 20.000 ditengah berkurang volume transaksi jelang akhir tahun. Saham-saham Hong Kong bersiap untuk memasuki fase koreksi, namun ekuitas China naik tipis pasca menghapus penurunan sebelumnya. Indeks Dollar Spot Bloomberg terus melanjutkan penurunannya pasca turun tipis 0,1 persen pada hari Rabu kemarin. Sementara itu, minyak mentah diperdagangkan di bawah level $53 per barel untuk hari kedua pasca data menunjukkan stok minyak AS meningkat untuk pertama kalinya dalam lima pekan terakhir.

ekuitas global tengah mengambil nafas pasca reli yang dipicu oleh kejutan kemenangan Donald Trump pada bulan November lalu, didukung dengan rendahnya volume transaksi jelang liburan akhir tahun. Pasar obligasi juga mengalami tekanan menyusul aksi jual pasca obligasi tenor 10-tahun melonjak ke level tertingginya sejak 2014 lalu, pekan ini suku bunga pada kisaran 7 basis poin.

"Penurunan hampir dialami seluruh saham di Wall Street akibat penurunan harga minyak, yang memberikan sedikit pengaruh ke pasar Asia hari ini," menurut Jingyi Pan, ahli strategi di IG Asia di Singapura. "Rendahnya volume transaksi juga memberikan sedikit momentum pada perdagangan jelang akhir tahun."

Saham

  • ·       Indeks Hang Seng turun 0,9 persen pukul 03:22 waktu sore Hong Kong, menuju ke level terendah sejak Juli lalu, indeks mengalami penurunan dari level tertingginya September lalu hingga 10 persen. Indeks CSI 300 China turun 0,1 persen.
  • ·         Indeks MSCI Asia-Pacific turun 0,3 persen, lanjutkan penurunan selama tiga hari.
  • ·         Indeks Topix dan Nikkei Jepang turun 0,1 persen pada penutupan perdagangan di Tokyo, keduanya turun untuk hari kedua.
  • ·         Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,5 persen, mencatat penguatan untuk hari keempat. Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru terapresiasi 0,7 persen, naik untuk hari kelima.
  • ·         Indeks S&P 500 turun 0,3 persen ke level 2,265.18 pada penutupan hari Rabu di New York, sementara indeks Dow Jones terkoreksi 0,2 persen dan ditutup pada level 19,941.96.

Mata Uang

  • ·         Indeks Dollar Spot Bloomberg sedikit bergerak pasca turun 0,1 persen pada Rabu, namun masih berada di jalur untuk kenaikan lebih dari 3 persen pada tahun ini.
  • ·         Yen melemah 0,1 persen ke level 117,68 per dolar pasca menguat 0,3 persen pada hari Rabu.
  • ·         Euro naik 0,1 persen ke level $1,0443
  • ·         Dolar Selandia Baru (Kiwi) naik 0,1 persen pasca rilis laporan produk domestik bruto negara itu, sementara krona Swedia menguat 0,3 persen setelah naik di hari Rabu setelah Riksbank memperpanjang program pelonggaran kuantitatif hingga tahun depan.

Obligasi

  • ·         Obligasi yield 10-tahun jatuh 2 basis poin pada hari Rabu menjadi 2,53 persen.
  • ·         Obligasi yield 10-tahun Jepang turun 1 basis poin menjadi 0,05 persen.
  • ·         Obligasi Jerman jatuh tempo berada di 0,25 persen pada hari Rabu.

Komoditas

  • ·         Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,1 persen menjadi $52,47 per barel Kamis setelah jatuh sebesar 1,5 persen hari Rabu, penurunan pertama dalam sepekan terakhir.
  • ·         Emas sedikit berubah selama dua hari terakhir di level $1,130.63 per troy ounce. (izr)

RELATED NEWS

  • Badai politik yang dimulai di Inggris dengan hasil referendum pada Juni lalu juga melanda AS pada bulan November dengan kemenangan mengejutkan Donald Trump dalam pemilihan presiden. Fokus investor kin...
  • Saham – saham global rebound dari level terendahnya dalam empat pekan terakhir, komoditas menguat dan pound menguat pasca pembunuhan seorang anggota parlemen U.K. mendorong spekulasi Inggris akan cend...
  • Saham – saham  merosot diikuti dengan harga minyak dan industri logam pasca hasil pertemuan bank sentral AS dan Jepang memicu kekhawatiran bahwa ekonomi global tengah kehilangan momentumnya. Yen melon...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.